[SIZE="1"]Rekonstruksi
Mesin Antikythera, sebuah mesin kalender astronomi kuno namun canggih
yang ditemukan nyaris seakurat model modern. Alat tersebut merepotkan
para ilmuwan karena bertentangan dengan dugaan sejarah perkembangan
teknologi.[/SIZE]
Jika
penggunaan listrik 2000 tahun lalu terlihat menakjubkan, pemakaian tuas
sebelum Masehi pun membuktikan hal yang sama-sama mencengangkan. ?Mesin
Antikythera? yang sangat rumit adalah sebuah jam astronomi yang
ditemukan di awal abad 20, dalam sebuah kapal Yunani yang nampaknya
karam kirakira tahun 80 tahun Sebelum Masehi. Setahun dalam proses
identifikasi dan pendataan berbagai obyek dalam kapal, salah satu
peneliti mengenali alat aneh yang kompleksitasnya menakjubkan tersebut
merupakan bagian dari serangkaian tuas-tuas.
Kelak
kemudian, analisa menunjukkan bahwa alat tersebut berisi nama-nama
badan langit (nama-nama obyek di luar angkasa ? dalam hal ini planet
berdasarkan karakter mitologi Yunani/Romawi) dan simbol zodiak (rasi
bintang berdasarkan konstelasi bintang-bintang). Xrays menentukan bahwa
alat ini berisikan 32 tuas yang sangat cocok dan masih berfungsi. Kabar
tersebut mengejutkan komunitas ilmuwan yang menyimpulkan bahwa mesin
tersebut merupakan kalender astronomi canggih yang hampir seakurat model
modern. Namun demikian Mesin Antikythera ini menyusahkan para ilmuwan
sebab bertentangan dengan dugaan sejarah perkembangan teknologi di era
tersebut. Beberapa bahkan mencoba untuk meyakinkan, dengan alasan bahwa
navigator masa kini pasti telah melemparkannya dari pesawat, yang secara
kebetulan mendarat persis di sebelah kapal tenggelam. Kemudian peneliti
kelautan terkenal Jacques Cousteau menemukan lebih banyak sisa tuas
perunggu di area yang sama. Darimanakah bangsa Yunani memperoleh
pengetahuan untuk membuat alat semacam ini?
Sebuah
kuil di New Delhi, India, memiliki keajaiban teknologi kuno semacam ini
; sebuah pilar yang terbuat dari bahan campuran baja mampu bertahan
selama 1600 tahun di ruang terbuka tanpa ada tanda-tanda berkarat.
Analisa ultrasound menunjukkan bahwa pilar tersebut dibangun dari
cakram/lempengan-lempengan besi yang di las. Bagaimana prestasi
kemampuan teknik peleburan logam pada 1600 tahun yang lalu dapat
dijelaskan? Di Eropa, kemampuan teknologi untuk membangun sesuatu hal
yang serupa dengan ukuran pilar tersebut belum ditemukan hingga akhir
abad 19.
Di
penggalian yang sama, para ilmuwan tidak mampu menjelaskan adanya
lubang-lubang di beberapa tulang manusia dan hewan yang berusia 40.000an
tahun, dan telah disetujui oleh para ilmuwan sebagai hasil tembakan
peluru. Para ahli balistik terperanjat ketika diperlihatkan spesimen
tersebut. Apakah seorang manusia gua membawa-bawa senjata api?
Tetapi
bukan hanya artifak-artifak aneh itu yang mengungkapkan kemajuan
sejarah manusia, nenek moyang kita bahkan telah menuliskan adanya
peradaban di masa lampau. Mempertimbangkan kutipan dari cerita
Mahabarata berikut, sebuah cerita kuno Hindu:
?Sebuah
obyek dilontarkan ke udara dengan seluruh kekuatan jagad raya.? Pilar
asap bercahaya dan menyala seterang 10.000 matahari, mengembangkan
kemuliaannya? Senjata tanpa nama, layaknya halilintar besi, sebuah pesan
kematian dahsyat yang mengurangi abu seluruh ras manusia? Mayat-mayat
terbakar tanpa dapat dikenali. Rambut dan kukunya berguguran, tembikar
pecah tanpa ada sebabnya, dan burungburung berubah putih.?
Seandainya
teks tersebut menggambarkan suatu ledakan nuklir, mungkin berat bagi
banyak pihak untuk menganggapnya serius. Namun demikian, ketika kita
menyadari bahwa di kota Hindu, Rajasthan, kira-kira area seluas 5 mil
tertutup lapisan debu radioaktif raksasa. Intensitas radiasi tetap
menyebabkan area tersebut tidak mungkin untuk dihuni. Cerita prasejarah
tersebut tidak hanya diungkapkan secara detail oleh Mahabharata,
cerita-cerita Hindu lain pun mengungkapkan adanya sebuah senjata yang
menyapu bersih seluruh tentara layaknya daun. Sebuah model pesawat kecil terbuat dari emas dan ditemukan di Amerika Tengah
Ada
keberadaan ratusan artifak dan gambaran kuno yang jika secara hat-ihati
menelitinya menggelitik kita untuk mempertimbangkan kembali perkiraan
model baru teknologi modern. Lima tahun sebelum Wright bersaudara
membuat pesawat pertamanya, sebuah pesawat kayu berusia 2200 tahun
ditemukan di Mesir. Namun karena pesawat terbang bukan alat yang
familiar bagi semua orang bahkan pada saat itu, arkeolog mempercayai
bahwa artifak tersebut semacam patung berbentuk burung. Obyek metalik
serupa juga ditemukan di area praKolombian Amerika (PraKolumbian
biasanya merujuk pada peradaban asli Amerika sebelum kedatangan
Christopher Columbus, seperti Mesoamerica [Aztec dan Maya] dan Andes
[Inca, Moche, Chibcha, Ca?aris] kurang lebih 14,000 SM1492). Bahkan
lebih mencengangkan lagi, lukisan dalam gua ditemukan di bagian
terpencil dunia yang menggambarkan seolah-olah jaman subur untuk pesawat
angkasa.
Ilmu
pengetahuan sejati mengharuskan untuk selalu tidak yakin, selalu
mempertimbangkan ulang, dan secara konstan mendefinisikan ulang
dasar-dasar teori sesuai dengan penemuanpenemuan yang dibuat, dan proses
ini kadang kala membutuhkan waktu yang panjang untuk penelitian dan
penyelidikan. Kita telah mengetahui versi sejarah yang secara linier
meningkatkan evolusi teknologi, namun penemuanpenemuan seperti yang
disampaikan diatas menyampaikan cerita yang jauh berbeda, menginspirasi
sebuah pemikiran yang serius pada hipotesa kita saat ini. Ketika
berhadapan dengan begitu banyak bukti yang mempertanyakan perkiraan
sejarah masa kini dan teknologi canggih nenek moyang kita, benarbenar
tidak patut dan tidak ilmiah untuk mengesampingkan artifakartifak
tersebut dalam rangka melindungi kepercayaan yang belum bisa dibuktikan
kebenarannya.
|
0 comments:
Post a Comment