Rumah besar Galaksi Bimasakti, yaitu
Supergugus Galaksi Laniakea, berhasil didefinisikan awal September lalu.
Temuan itu membuat posisi Bumi di jagat raya semakin jelas. Meski
demikian, supergugus galaksi yang diperkirakan memiliki 100.000 galaksi
dan terbentang sejauh 520 juta tahun cahaya itu tetaplah secuil bagian
dari alam semesta.
Struktur Laniakea berhasil didefinisikan
peneliti Institut Astronomi, Universitas Hawaii, Amerika Serikat, R
Brent Tully dan rekan, setelah mengamati gerak lebih dari 8.000 galaksi.
Hasilnya, Bimasakti hanya satu titik di pinggiran Laniakea yang
berkumpul bersama grup dan gugus galaksi lain serta bergerak bersama
menuju ”Great Attractor”, sang penarik besar, yaitu kawasan dengan
tarikan gravitasi masif di arah Gugus Galaksi Centaurus.
”Struktur
Laniakea yang didefinisikan berdasarkan kecepatan gerak galaksi, bukan
hanya distribusi atau jaraknya, adalah metode baru pendefinisian
struktur skala besar alam semesta,” kata Tully, Rabu (3/9/2014).
Alamat kosmik
Meski
batas Laniakea belum jelas sepenuhnya, mantan peneliti pada Institut
Astronomi Max-Planck Heidelberg, Jerman, Dading Nugroho, Selasa
(16/9/2014), mengatakan, keberhasilan pemodelan Laniakea membuat manusia
makin mengenali ”rumahnya” di semesta.
Seandainya manusia bisa
melakukan perjalanan antargalaksi atau bisa berkomunikasi dengan
kehidupan cerdas di luar Bimasakti, manusia dapat menyebut alamatnya
lebih rinci, yaitu Bumi, Tata Surya, Bimasakti, Grup Galaksi Lokal,
Gugus Galaksi Virgo, dan terakhir Supergugus Galaksi Laniakea.
Sama
seperti alamat rumah kita, setiap keterangan tempat berikutnya tentu
memiliki batas wilayah, populasi, dan tetangga di sekitarnya. Marilah
kita tengok wilayah dan tetangga kosmik kita satu per satu.
Sebagai
anggota Tata Surya, Bumi memiliki tujuh planet tetangga, beberapa
planet katai, ratusan satelit planet, ratusan ribu asteroid, dan ribuan
komet. Anggota Tata Surya yang belum diketahui jauh lebih banyak lagi.
Batas akhir pengaruh Matahari yang menandai tepi Tata Surya berjarak
1,87 tahun cahaya dari sang bintang induk.
Satu tahun cahaya
adalah waktu yang dibutuhkan cahaya untuk bergerak dengan kecepatan
300.000 kilometer per detik. Itu berarti satu tahun cahaya setara dengan
9,5 triliun kilometer.
Bintang terdekat Matahari adalah Proxima
Centauri, bintang katai merah yang berjarak 4,24 tahun cahaya dari
Matahari. Proxima Centauri adalah bagian dari sistem bintang triple yang kita kenal sebagai sistem bintang Alfa Centauri.
Matahari
dan Alfa Centauri adalah bagian Galaksi Bimasakti yang beranggotakan
400 miliar bintang berbagai ukuran dan terbentang sejauh 120.000 tahun
cahaya. Matahari ada pada salah satu lengan Bimasakti dan berjarak
27.000 tahun cahaya dari inti Bimasakti, yaitu Lubang Hitam Sagitarius
A.
Bimasakti anggota Grup Galaksi Lokal yang terbentang 10 juta
tahun cahaya. Selain Bimasakti, grup ini juga punya dua galaksi utama
lain, yaitu Andromeda dan Triangulum. Grup juga berisikan puluhan
satelit galaksi dan puluhan galaksi katai.
Bagian lebih besar
dari Grup Galaksi Lokal adalah Gugus Galaksi Virgo yang beranggotakan
1.200-2.000 galaksi. Ia terbentang sejauh 15 juta tahun cahaya. Nama
Virgo diberikan karena gugus ini jika dilihat dari Bumi berada di arah
rasi Virgo.
Selanjutnya, Gugus Galaksi Virgo adalah bagian
Supergugus Galaksi Laniakea. Sebelumnya, ia anggota Supergugus Galaksi
Virgo beranggota 47.000 galaksi berdiameter 110 tahun cahaya.
Keberhasilan
penentuan struktur Laniakea membuat Supergugus Galaksi Virgo hanya jadi
bagian Laniakea. Demikian pula Supergugus Galaksi Norma-Hydra,
Centaurus, dan Pavo-Indus yang kini semuanya jadi bagian Laniakea.
”Pemahaman manusia tentang supergugus galaksi terus berkembang,” ujar Dading.
Berdasarkan
definisi baru supergugus galaksi, tetangga Laniakea antara lain
Supergugus Galaksi Shapley, Coma, dan Perseus-Pisces. Berbagai
supergugus galaksi itulah struktur terbesar di alam semesta yang
diketahui. Potensi untuk menemukan struktur yang lebih besar disadari
Tully sangat besar, khususnya jika faktor lain yang memengaruhi gerak
galaksi diperhitungkan.
Dading menambahkan, secara teoretis,
manusia seharusnya bisa melihat bagian lain semesta yang terbentang
hingga 14,7 miliar tahun cahaya. Untuk itu, meski Laniakea adalah
struktur terbesar yang diketahui di semesta, ia tetap hanya bagian kecil
dari alam semesta.
Labels:
Serba Serbi
Alamat Bumi di Alam Semesta Kian lengkap
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment